Rabu, 24 Juli 2013

SUNYARURI
Oleh: Jasad

Kucoba temukan alam suwung
bercumbu mesra dengan hyang agung
tak ada pembatas aku dan dia
rasakan hadirnya dalam keheningan

kata berubah jadi mantra
rasa manunggal dalam doa
raga terdiam tapabrata
harmonisasi alam raga dan rasa

kepada yang tunggal dikeabadian
kepada yang abadi di tunggalnya
kepada yang mempunyai seluruh alam
kepada yang menguasai segalanya

masuki yang terpendam dalam raga
susuri jejak dalam jiwa
meniti jejak dalam sukma
temui sang maha cahaya

manunggal sajatining
abdi kaula diri
manunggal sajating
abdi kaula gusti

alam suwung dunia kosong
suksma sejati yang bersih suci
berada didiri dalam semedi
terbebas dari nafsu duniawi

alam suwung dunia kosong
kejernihan hati dan sanubari
berada diraga dalam tapa
terbebas dari nafsu ragawi

raga ini hanyalah alat kita untuk berbakti
pancarkan cahaya illahi
dengan saling mengasihi
karena hidup ini untuk berbagi

dunia hanyalah sebuah tempat kita mendharma
lakukan apa yang kita bisa
banyak berbuat sedikit berkata
bertindak baik kepada sesama

ngaraga sukma,manunggalnya raga dan sukma
mawas diri dan sadar atas keterikatan diri
raga mati dan rasa pasti kembali
pada keabadian kepelukan illahi

kepada alam,jiwa dan raga
angin tanah air dan api
kepada lam,jiwa dan raga
siang malam baik dan buruk

alam suwung duoia kosong
harmoni semesta di dalam diri
sunya ruri,sunya ruri
sunya ruri,sunya ruri
mawas diri dan tetap terjaga
raga bertapa dari nafsu dunia

alam suwung dunia kosong
sunya ruri
CENGKRAM GARUDA
Oleh: Jasad
Bulu bulu garuda telah dicabuti
kepak sayapnya tak tinggi lagi
sorot matanya tak tajam lagi
dan berjuta anak panah siap menembaki

Pekikanmu tak lagi membelah bumi
suaramu tak lebih dari kicau burung kenari
kegagahanmu telah lama dibeli dan dikebiri
namun aku akan selalu setia menemani

karena aku tak akan membiarkanmu mati
selalu menjagamu dalam setiap hembusan nafasku

lima simbol didadamu
tetap melekatlah di bangsaku
cengkraman kuat dikakimu
tetap persatukanlah negeriku
lima simbol didadamu
adalah nafas bangsaku
cengkram kuat dikakimu
adalah keberagaman negriku

garuda pancasila bukanlah penghias dinding
garuda pancasila adalah pengisi hidup

Ketuhanan yang maha esa
dialah yang wajib disembah
yang maha pengasih dan maha penyayang
yang berkuasa atas
alam semesta raya

Kemanusiaan yang adil dan beradab
saling mencintai antar sesama
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

persatuan indonesia
tempatkan kesatuan dan persatuan
kepentingan bangsa dan negara
diatas kepentingan pribadi dan golongan

kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

selalu mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

selalu mengutamakan musyawarah tuk kepentingan bersama

beritikad baik dan bertanggung jawab
melaksanakan hasil musyawarah

keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
selalu menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
selalu menghormati hak hak orang lain
selalu memberi pertolongan kepada yang membutuhkan
bersama sama berusaha mewujudkan kemajuan
yang merata dan berkeadilan sosial

mangkang jinatwa kalawan siwatatwa tunggal
bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa
sebab kebenaran adalah tunggal
terpecah belahlah itu,tetapi satu jugalah itu

Minggu, 21 Juli 2013

aku melihat kabut hitam di jalan-jalan
cahaya bulan remang-remang menyirami pepohonan
ladang perburuanku menjadi sunyi malam ini
tiba-tiba kau melintas di tepi khayalan ku
kau baringkan tubuhmu di atas rumput biru
kau lemparkan api asmara membakar jiwaku
kau tawarkan sebuah cinta murahan di malam yang dingin ini
apa artinya cinta dalam sekejap malam
cinta adalah barang yang tidak nyata
dan di balik nafsu selalu tersembunyi tipu daya
marilah, marilah ku penuhi hasratmu
marilah kita bunuh bersama-sama rasa kesunyian ini

cc; arya dwipangga